Gaji para superstar smackdown

Smackdown merupakan bagian dari World Wresting Entertainment(WWE) yang telah menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. WWE menyajikan program hiburan gulat yang sangat sangat ditunggu para penggemarnya. Namun banyak orang ingin tahu, berapa sebenarnya gaji para superstar smackdown ini?

The Rock

Jagoan kelahiran Massachusetts, AS, ini mendapatkan gaji US$ 5 juta per th. atau kira-kira Rp 69,3 miliar per th. (estimasi kurs Rp 13.864 per dolar AS), yang mana merupakan gaji tertinggi di WWE. The Rock Sekarang lebih dikenal sebagai Dwayne Johnson, ia adalah merupakan salah satu tokoh selebriti tersohor di acara WWE. Ia menjadi pemain terbaik atau wrestler terlaris di WWE, dimana ia bermain lewat fisiknya yang kuat dan kecepatannya yang lincah.

Bila diperhatikan pada penampilannya, The Rock dikenal juga dengan gayanya sendiri, yang berbeda dengan lawan-lawan nya. Apabila gayanya sudah ditunjukkan, maka dia akan menjadi pegulat yang sulit dikalahkan untuk lawan nya. Dia berada di posisi No. 2 atau sebagai The Rock, bermain di sektor hiburan Amerika Serikat dan dimana kami terakhir melihatnya menjadi pemain utama atau salah satu pemain terbaik di WWE , yang kami lihat pada 2006.

Gaji para superstar smackdown

Dia adalah salah satu tokoh yang memiliki charisma yang sudah dikenal The Rock menjadi sangat tinggi . Sukses di ring termasuk juga dapat membuatnya berhasil di layar lebar. The Rock mengantongi US$ 2,90 juta per th. atau kira-kira Rp 40,3 miliar.

Tripel H

HHH adalah singkatan berasal dari nama panggungnya, Hunter Hearst Helmsley. Dia udah menjadi superstar sejak periode awal WWE dan lakukan pernikahan yang kontroversial bersama anak bos WWE Stephanie McMahon. Jurus pamungkasnya adalah Pedigree, terlalu populer di kalangan penggemar. Triple H memiliki talenta bermain judi online sebagai pemain tetapi ia berada di posisi tertinggi di WWE atau sebagai Artistas (WWE). Ia adalah salah satu klien terbaik di WWE, dimana ia memiliki banyak julukan dan tersohor. Pada film “The Rock” (2000), Triple H direkam oleh Kevin Costner menjadi The Rock. Triple H mendapakat gaji berasal dari WWE sebesar US$ 2, 70 juta per th. atau kira-kira Rp 37,4 miliar.

Triple H merupakan salah seorang wrestler yang wajib ditonton waktu ia muncul di acara WWE. Penampilannya selalu memukau dan memenuhi harapan penonton. Ia juga memiliki kemampuan bermainnya . Triple H sudah menjadi pemain terbaik di wrestling WWE, dimana dia bisa bekeja dengan lawan nya.

Randy orton

Randy Orton udah menyabet gelar juara dunia sebanyak 12-kali ini adalah tidak benar satu pegulat paling populer di WWE. Randy adalah generasi ke tiga berasal dari keluarga pegulat, ayah dan kakeknya termasuk berprofesi sebagai pegulat profesional. Randy mengantongi US$ 2,45 per th. atau kira-kira Rp 33,9 miliar per tahun.

Brock Lesner

Bagaikan “binatang buas” di didalam ring, Brock Lesner menggapai 3 kali juara WWE. Brock Lesner memulai karirnya sebagai petarung profesional di UFC dan menjadi tidak benar satu bintang papan atas di WWE. Sebagai seorang superstar, Brock di gaji US$ 2 juta per th. atau kira-kira Rp 27,7 miliar per tahun.

Atlet WWE Sukses di Ranah Film

Smackdown nampak lebih menarik juga dikarenakan para pegulatnya yang berasal berasal dari berbagai macam kalangan. Ada yang sebetulnya seorang pegulat profesional, pemeran pengganti, atai sebetulnya terlalu berlatar belakang aktor. Akan tetapi, kepopuleran Smackdown juga sebabkan para pegulat nyambi hingga banting setir menjadi seorang aktor.

Memang tersedia cukup banyak pegulat profesional yang memperlihatkan bakatnya sebagai aktor layar lebar. Namun, hanya segelintir yang sanggup terlalu berhasil dan menjadi dikenal dikarenakan penampilannya sebagai bintang Hollywood, bukan dikarenakan pamornya sebagai pegulat WWE. Mereka yang berhasil Sukses di Ranah FIlm menjadi aktor pada daftar di bawah ini.

  • Dwayne “The Rock” Johnson

Daftar ini sebetulnya wajib jadi berasal dari Dwayne Johnson, atau yang biasa dipanggil sebagai “The Rock” di WWE. Yap, cowok berbadan besar dan kekar ini menjadi pegulat idola di era 2000-an. Juara enam kali WWE Championship ini disukai oleh pecinta WWE dikarenakan gabungan apik berasal dari kekuatan gulat, karisma, dan mic skills (kemampuan berkata di atas panggung).

Sejak bergulat di ring WWE, kekuatan aktingnya sebetulnya nampak terlalu menonjol. Oleh dikarenakan itulah banyak produser Hollywood yang berambisi menyewa jasanya untuk tampil di layar lebar. Salah satunya adalah film Scorpion King (2002) yang sebetulnya buruk secara sinematis, namun berhasil mengangkat nama sang pegulat sebagai pemeran utama.

Atlet WWE Sukses di Ranah Film

Tahu kariernya sebagai aktor menjanjikan, The Rock pun menjadi betul-betul dan bermain di berbagai film Hollywood. Memang pada awalnya dia bukan langganan film blockbuster. Film-film yang dibintanginya di awal kariernya bisa saja terdengar asing di telinga lo. Contohnya seperti Doom (2005), Gridiron Gang (2006), Tooth Fairy (2010).

Namun, wajib dianggap penampilannya di Fast Five (2011) sebabkan kariernya meroket. Dia pun kerap dipercaya membintangi film-film blockbuster seperti Fast & Furious 6 (2013), 7 (2015) dan 8 (2017), dan juga Baywatch (2017), Moana (2016), dan Jumanji (2017). Dia pun menjadi aktor Hollywood bersama dengan pendapatan terbesar waktu ini.

  • John Cena

Penggemar Smackdown tentunya sepakat kalau John Cena adalah salah satu bintang terbesar yang dulu dimiliki WWE. Nyatanya sebetulnya demikian. Ajang tarung gulat profesional di bawah pimpinan Vince McMahon ini sebetulnya terlalu berhasil melambungkan nama Cena ke seluruh dunia. Itu pun bukan dikarenakan bisnis keras WWE melambungkan namanya seperti yang dicibirkan penggemar. Semua sebetulnya dikarenakan bakatnya sebagai bintang.

Sama kayak The Rock dan Stone Cold Steve Austin, Cena lebih dikenal dikarenakan ‘aktingnya’ di atas ring. Sejujurnya, tak tersedia yang sanggup ngalahin karismanya waktu ini. Meski selalu dicibir pecinta dikarenakan skill gulatnya yang begitu-gitu aja, selalu aja Cena selalu berhasil membungkam semuanya lewat karisma dan gimmick-nya sebagai “America’s Hero” yang disukai anak-anak.

Semenjak 2017, Cena jadi nampak jarang nampak di Smackdown maupun RAW. Hal ini dikarenakan jadwalnya yang jadi padat sebagai aktor Hollywood. Namanya sebetulnya belum setenar The Rock. Namun, sanggup dibilang dia miliki potensi besar mengingat namanya yang terlalu terkenal di kalangan pecinta WWE. Udah beragam macam film Hollywood dia bintangi seperti Trainwreck (2015), Daddy’s Home (2015), dan Ferdinand (2017). Namanya pun diprediksi makin lama bersinar lewat penampilannya di dalam film Bumblebee yang dapat tayang tahun ini.

  • Dave “Batista” Bautista

Nama Dave Bautista atau yang dikenal di atas ring sebagai Batista jadi terkenal di era awal 2000-an sebagai pegulat muda yang menjanjikan. Dia dijuluki sebagai “The Beast” dikarenakan posturnya yang kekar dan kekuatan gulatnya yang brutal. Meski aspek fisiknya lebih menonjol, ternyata Batista miliki bakat yang cukup ketara sebagai seorang aktor.

Hal ini nampak sadar tiap tiap kali dia naik ke atas ring. Penampilannya selalu nampak pas bersama dengan gimmick yang dimainkannya maupun yang disuruh oleh tim kreatif WWE. Gimmick yang diberikan kepadanya pun dimainkannya bersama dengan terlalu baik. Hal inipun sebabkan Batista perlahan dilirik oleh produser Hollywood.

Bisa dibilang waktu ini Batista merupakan pegulat WWE bersama dengan karier paling cemerlang no dua sesudah The Rock. Meski terbilang pemain baru di ranah Hollywood, penampilannya terbukti enggak dulu mengecewakan. Buktinya sanggup lo menyaksikan sendiri pada waralaba Guardians of the Galaxy. Berperan sebagai Drax the Destroyer, Batista secara tak disangka sanggup membawa sifat jenaka yang beriringan bersama dengan pesonanya sebagai pegulat WWE yang sangar.

Tak hanya Guardians of the Galaxy atau Avengers: Infinity War (2018), Batista juga tampil gemilang di dalam berbagai ragam film seperti The Scorpion King 3 (2011), Spectre (2015), dan Blade Runner 2049 (2017).

Perkenalan Sekilas Reality Show WWE RAW

Reality Show WWE RAW mungkin sudah bukan menjadi tontonan yang asing lagi bagi masyarakat pada umumnya, khususnya kaum adam alias laki-laki. Tanpa memandang usia, baik itu anak kecil hingga orang dewasa sekalipun pasti sempat menggemari setidaknya sekali seumur hidup akan keseruan menonton acara ini yang dulunya sempat tayang di tv swasta beberapa tahun silam.

Di negara asalnya Amerika Serikat, WWE RAW biasa juga lebih terkenal dengan sebutan Monday Night Raw, atau bisa juga hanya disingkat dengan Raw saja. Bernaung di bawah bendera perusahaan WWE, acara Raw masih eksis sejak tahun 1993 hingga detik artikel ini kami buat untuk para pembaca sekalian.

Perkenalan Sekilas Reality Show WWE RAW

Pertama kali mengudara di layar kaca pada 11 Januari 1993, Raw langsung melesat sebagai sebuah acara unggulan yang bersaing langsung dengan ‘sang kakak’ yaitu Friday Night Smackdown. Saat ini hak siar semua produk WWE telah berpindah tangan secara eksklusif ke Peacock TV, setelah sebelumnya sudah sempat mengukuhkan reputasi besarnya di kancah dunia dengan lebih dari 200 negara telah menyiarkan acara gulat terpopuler tersebut.

Reality Show WWE RAW Mendobrak Pakem Acara Gulat

Pertama kali Reality Show WWE RAW hadir, ia bertugas menggantikan acara Prime Time Wrestling yang sudah mulai ditinggalkan penggemarnya karena bosan. Maklum saja, acara ini memang cukup berumur karena tercatat sekitar delapan tahun sudah menemani para pemirsa yang menyukai baku hantam antar pegulat profesional.

Kunci kesuksesan acara WWE RAW terletak pada model tayangan yang disiarkan secara langsung sehingga apapun yang terjadi saat itu sangat akurat dengan tontonan para pemirsa. Dengan kata lain, seluruh aktor tidak memiliki ruang kesalahan sekecil apapun dan harus tampil presisi berdasarkan naskah yang telah ditentukan sebelumnya.

Reality Show WWE RAW Mendobrak Pakem Acara Gulat

Acara RAW saat itu digelar di Grand Ballroom Manhattan Center, yaitu sebuah teater mungil di wilayah New York, dan secara konsisten selalu tampil live setiap minggunya. Meskipun formula tersebut sudah terbukti sukses besar, sayangnya masih belum menutupi biaya yang harus dikeluarkan WWE untuk menghadirkan acara LIVE secara mingguan. Beberapa bulan setelahnya, RAW terpaksa harus menyesuaikan budget dan mulai syuting secara off air agar bisa merekam beberapa episode sekaligus.