Pengertian Judi Dalam Kacamata Islam

Pengertian Judi Dalam Kacamata Islam

Maisir atau judi, dalam bahasa Arab, seperti dalam Mu’jam Wasith: 2/1064, adalah segala bentuk pertaruhan. Istilah “maisir” digunakan untuk orang-orang Arab yang bertaruh dengan anak panah, atau bermain dengan anak panah dalam segala hal. Makna istilah tidak lepas dari makna kebahasaannya.

Pengertian Judi Dalam Kacamata Islam

Ibnu Hajar al-Makki berkata, “Maisir adalah segala bentuk taruhan.” Al-Mahalli berkata, “Bentuk taruhan yang diharamkan adalah segala sesuatu yang syubhat, apakah menguntungkan atau malah merugi.”

Salah Satu Kelemahan Nyata Dari Perjudian Adalah Kecanduan.

Artinya, permainan judi akan mendorong pihak yang kalah untuk mengulangi agen sbobet lagi dan lagi, dengan harapan mungkin dia bisa menutupi kerugian sebelumnya. Di sisi lain, pemenang juga tertarik untuk mengulang karena ingin menikmati nikmatnya kemenangan tanpa kerja keras. Bagi orang yang sudah kecanduan judi, sama sekali tidak ada keinginan untuk berhenti. Sebaliknya, semakin sedikit pendapatannya, semakin dia ingin mengejar kemenangan yang sulit dipahami. Pemain judi selamanya disibukkan dengan permainannya, sehingga melupakan kewajibannya kepada Tuhan, dirinya dan keluarganya.

Judi Adalah Amalan Setan

Allah Ta’ala menjelaskan bahwa judi adalah amalan setan dalam firman-Nya (yang artinya): “…(judi) adalah perbuatan setan”. Dan segala amalan yang merupakan amalan setan, hukumnya haram. Karena iblis sangat ingin menyesatkan orang dan menyesatkan mereka.

Maka jika ada yang mengetahui bahwa judi adalah amalan setan, maka ketahuilah bahwa setan tidak datang kepadamu kecuali untuk menipu dan menipu kamu, dan menciptakan permusuhan antara kamu dan saudaramu.

Judi Itu Haram

Allah menggunakan kata ‘Jauhi’ untuk menunjukkan larangannya. Perintah menjauhi judi lebih berat dari pada mengatakan haram. Artinya, umat Islam tidak hanya diwajibkan untuk tidak berjudi, tetapi juga tidak boleh mendekatinya atau dengan cara apa pun. Ini sama dengan larangan mendekati zina.

Yang Dipertaruhkan Berupa Kekayaan

Juga tidak bisa dikatakan judi jika yang dipertaruhkan tidak termasuk harta benda atau barang berharga. Dan ada banyak jenisnya, bisa tunai, tunai atau non tunai, emas, perhiasan, rumah, kendaraan, dan sebagainya, meski nilainya tidak besar. Atau yang dipertaruhkan masih berupa harta, tetapi bukan berupa judi, melainkan sayembara, maka hal itu boleh.

Persaingan di technology Slot Server Thailand Resmi milenial seperti sekarang ini menjadi persaingan yang paling lumrah untuk memperebutkan goal penjualan. Ilustrasinya seperti ini, sebuah perusahaan otomotif membuat target penjualan minimal yang harus dicapai oleh seluruh income representative-nya dengan iming-iming bonus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *